Sabtu, 09 April 2011

TEKNIK-TEKNIK KONSELING

  Konseling mengandung suatu proses komunikasi antar pribadi yang baearlangsung melalui saluran komunikasi verbal dan non-verbal. Dengan menciptakan kondisi positif seperti empati, penerimaan serta penghargaan, keikhlasan serta kejujuran, dan perhatian yang tulen, konselor memungkinkan konseli untuk merefleksikan atas diri sendiri serta pengalaman hidupnya, memahami diri sendiri serta situasi kehidupannya dan, berdasarkan itu, menemukan penyelesaian tentang masalah yang dihadapi. Malalui tanggapan verbal dan reasi non-verbal, konselor mengkomunikasikan kondisi itu kepada konseli, sehingga konseli menyadari adanya kondisi pendukung dan karena bersedia pula berkomunkasi daengan konbselor. Kondisi serasi dapat dikomunikasikan melalui suatu teknik verbal tertentu, seperti refleksi dan klarifikasi dan melalui teknik non-verbal, seperti sikap badan dan pandangan mata. Namun adanya kondisi itu harus meresapi pula teknik verbal dan non-verbal yang lain, sehinga dari awal sampai akhir pembicaraan kondisi pendukung itu tercipta dan terbina dengan terus menerus. Penggunaan teknik verbal dan non-verbal berlangsung dalam proses komunikasi timbal balik antara konselor dan konseli tetapipun tidak lepas dari sistematika kerja tertentu yang berpegang pada suatu pendekatan konseling berdasarkan pertimbangan rasional sebagaimana antara konselor dan konseli meskipun layanan konseling memuat unsur akal sehat yang menyertai teknik verbal atau non-verbal.
Sumber: Winkel, W. S. dan M. M. Sri Hastuti. 2007. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi.
Materi yang terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar